Translate

Selasa, 04 September 2012

NYANYIAN DAN MENYANYI DAN MENDENGARKAN NYA


HUKUM MENGENAI SUARA PEREMPUAN



Music ditelinga kita sangat tidak asing lagi,karena music dapat membuat kita rehat dan santai,apalagi tembang-tembang jawa yang mana dia adalah music ngantuk i….alias kalau kita ndengerin nya maka akan terasa fresh dan cepet ngantuk terasa disihir,apalagi sepulang nya dari kerja dari kantor ataupun sawah dan tegal,hemmmmmmmmm
Tapi sayang seribu sayang karena nyanyian dan bernyanyi banyak para ulama’ yang tidak membolehkan nya seperti yang telah diriwayatkan dari imam syafi’iy rodliallohu’anhu:beliau berkata;”nyanyian adalah sesuatu lahwun(yang tak berguna/sia-sia) yang makruh(tidak disukai) yang menyamai sesuatu yang bathil,barang siapa yang memperbanyak bernyanyi maka dia termasuk orang yang idiot dan persaksian nya tidak diterima(alfiqhu ‘alaa madzahibi al-arba’ah,abdurrohman aljuzairiy)
Dan begitu juga Imam malik sewaktu ditanya tentang bernyanyi,-tidakkah bernyanyi dirukhsoh/diperbolehkan dikalangan masyarakat madinah…???-maka beliau menjawab:benar,tapi yang melakukan nya/bernyanyi dimasyarakat kami adalah orang-orang fasiq,,,dan telah diriwayatkan dari ibnu mas’ud rodliallohu’anhu,sesungguhnya dia berkata:Rosulalloh sollallohu’alaihi wasallam bersabda:sesungguh nya nyanyian dapat menumbuhkan sifat munafiq didalam hati,seperti air yang menumbuhkan benih-benih
dan diriwayatkan juga dari yazid bin walid sesungguh nya dia berkata:wahai bani umaiyah,jahuilah darimu bernyanyi karena sesungguh nya dia dapat menghilangkan rasa dan sifat malu,dan menambah syahwat/birahi,dan dapat menghancurkan kehormatan dan dia adalah sebagai pengganti khomer(minuman yang memabukkan)dan bisa membuat orang seperti orang yang lagi mabuk(karena minuman khomer)

TERUS GIMANA KALAU UDAH TAU KAYAK GINI……………………????

Para ulama’ berbeda pendapat dalam maslah suara perempuan,sebagian dari mereka mengatakan bahwa suara perempuan bukan aurat dengan alasan bahwa para istri nabi pernah bahkan sering meriwayatkan hadist-hadist nabi untuk para sahabat nabi yang identitas mereka adalah laki-laki ajnabiy(dan tentu menggunakan suara dalam periwayatan nya),dan sebagian dari mereka mengatakan bahwa suara wanita adalah aurat dan wanita dilarang untuk mengeraskan suara mereka samapai terdengar para laki-laki,dengan alasan bahwa suara mereka lebih mendekati fitnah daripada gelang kaki mereka(binggel,bhs.jawa)atau perhiasan mereka,
Alloh telah berfirman dalam qur’an kariem yang artinya:(…….dan janganlah mereka memukulkan kaki nya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan….)QS.annur:31
dan Alloh telah melarang seseorang dari mendengar gemrincing suara gelang kaki mereka karena dia merupakan perhiasan wanita
Maka bisa ditarik kesimpulan dari pembhasan diatas bahwa,memperdengarkan suaranya lebih tidak boleh,maka dari itu sebagian ulama’ menghukumi makruh atas adzan nya perempuan karena secra otomatis adzan memerlukan suara yang keras yang sampai didengar orang lain,dan perempuan dilarang untuk itu
maka dari itu harom hukum nya perempuan memperdengarkan suaranya dengan bernyanyi apabila suara nyanyian nya tersebut sampai terdengar oleh laki-laki ajanib,baik bernyanyi nya dengan alat-alat lahw/music ataupun tanpa alat musik,dan keharaman nya bertambah apabila nyanyian itu yang bisa mengundang syahwat seperti terdapat didalam nya maslah cinta dan mabuk cinta,hal-hal yang menerangkan sifat-sifat kewanitaan dan menggerakkan dan mengundang kepada hal-hal yang dilarang/maksiat

HUKUM NYANYIAN DAN BERNYANYI

{ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
 عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56) }
قال البخاري: قال أبو العالية: صلاة الله: ثناؤه عليه عند الملائكة، وصلاة الملائكة: الدعاء. وقال ابن عباس: يصلون: يبرِّكون. هكذا علقه البخاري عنهما (1) .
وقد رواه أبو جعفر الرازي، عن الربيع بن أنس، عن أبي العالية كذلك. وروي مثله عن الربيع أيضا. وروى علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس كما قاله سواء، رواهما ابن أبي حاتم.
وقال أبو عيسى الترمذي: وروي عن سفيان الثوري وغير واحد من أهل العلم قالوا: صلاة الرب: الرحمة، وصلاة الملائكة: الاستغفار.
ثم قال ابن أبي حاتم: حدثنا عمرو الأوْديّ، حدثنا وَكِيع، عن الأعمش، عن عمرو بن مرة، قال الأعمش عن عطاء (2) بن أبي رباح { إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
 عَلَى النَّبِيِّ } قال: صلاته تبارك وتعالى: سُبّوح قدوس، سبقت رحمتي غضبي. والمقصود من هذه الآية: أن الله سبحانه أخبر عباده بمنزلة عبده ونبيه عنده في الملأ الأعلى، بأنه يثني عليه عند الملائكة المقربين، وأن الملائكة تصلي عليه. ثم أمر تعالى أهل العالم السفلي بالصلاة والتسليم عليه، ليجتمع الثناء عليه من أهل العالمين العلوي والسفلي جميعا.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. 33:56).
Imam Bukhori berkata : berkata Abu ‘Aliyah :
Sholawat Allah pada Nabi artinya Allah memujinya dikalangan para malaikat, sedang sholawat malaikat pada Nabi artinya ‘doa’.
Ibnu ‘Abbas ra. Berkata “Allah dan para malaikat bersholawat artinya Allah dan para malaikat memberi berkah, dua arti ini yang dicatat oleh Imam Bukhori dari keduanya.
(Shohih Bukhori VIII/532)
Abu Ja’far Arrozi meriwayatkan dari Rabii’ dari anas dari ‘aliyah juga seperti riwayat Imam Bukhori begitu juga riwayat dari robii’
Ali Bin abi Tholhah meriwayatkan dari Ibnu Abas juga demikian (riwayat Abi hatim)

Abu Isa Attirmiidzi berkata : Diriwayatkan dari Sufyan attsauri dan tidak hanya seorang dari ahli ilmu menyatakan :
Sholawat Allah pada Nabi artinya : kasih saying sedang sholawat malaikat artinya memohonkanampunan, kemudian Ibnu Abi hatim berkata : bercerita padaku Amr Al-audzy dari Waki’ dari A’masy dari Amr bin marroh, berkata A’masy dari Abi Riyaah

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
 عَلَى النَّبِيِّ artinya سُبّوح قدوس

“RahmatKu mendahului murkaKu”.

MAKSUD dan TUJUAN AYAT INI :
Allah ta’aala membertitakan kedudukan hambaNya, NabiNya (Muhammad) pada hamba-hambanya akan kedudukannya digolongan tertinggi bahwa Allah memujinya dikalangan para malaikat, dan para malaikat juga memujinya, kemudian allah memerintahkan pada seluruh penduduk alam bawah (bumi) untuk bersholawat salam pada nabi agar sholawat salam padanya tergabung dari langit dan bumi”
Tafsir Ibnu Katsir VI/457

الصلاة على النبي صلّى الله عليه وسلم في غير الصلاة: أما الصلاة على النبي في غير الصلاة فهي مندوبة، لا واجبة، فقد حكى الطبري الإجماع على أن محمل الآية على الندب. وقال الحنفية (4) : هي فرض مرة واحدة في العمر، والمذهب أنه تستحب على التكرار كلما ذكر النبي صلّى الله عليه وسلم ، ولو اتحد المجلس في الأصح وعليه الفتوى.
__________
(4) الدر المختار:48
0/1، تبيين الحقائق وحاشية الشلبي:108/1.

Semua Ulama sepakat bahwa hukum membaca sholawat pada nabi dalam sholat wajib dan di luar sholat dengan mengacu ayat quran di atas hukumnya sunah, menurut kalangan hanafiyah hokum membaca sholawat diluar sholat wajib seumur sekali.
Menurut Pendapat yang bisa dijadikan madzhab disunahkan mengulang-ulang bacaan sholawat saat mengingat nabi meskipun masih dalam satu majlis….

AlFiqh Al-Islam wa Adillatuhu II/93

• SHOLLUU 'ALAN NABI MUHAMMAD •


Kalau masalah tembang dan nyanyian  seperti  ini:

BERSYAIR
Lirik lagu dlm hukum islam sebenarnya diperbolehkan seperti tersurat dalam hadits abdullah bin umar :
" الشعر بمنزلة الكلام ، حسنه كحسن الكلام ، وقبيحه كقبيح الكلام " .


"Syair lagu laksana sebuah kalam, syair yg baik sama dg kalam yg baik syair yg jelek sama dg kalam yg jelek"

Dalam hadits ini jelas bahwa syair lagu boleh asal memang mengandung hal yg baik sprti wejangan, motivasi, atau hal-hal positif lainnya tapi bila mengandung kata-kata jorok, kotor, kebohongan dll hukumnya sama dg ucapan yakni haram, dan begitu pula lirik lagu bisa menjadi makruh bila berpotensi melalaikan dzikir pada Allah atau berlebihan.

BERNYANYI
Legalitas hukum bernyanyi menjadi perbedaan pendapat dikalangan Ulama diantaranya :

1. MUBAH
Didukung oleh Al-Ghozaly (dr Syafiiyyah), Abu Bakar Al-Kholal (dr Hanabilah), Abdullah Bin Ja'far danAbdullah Bin Zubair (dr kalangan sahabt) dg bertendensi pada sebuah hadits nabi yg diriwayatka Aisyah Ra.

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ تُغَنِّيَانِ بِغِنَاءِ بُعَاثَ، فَاضْطَجَعَ عَلَى الْفِرَاشِ
 وَحَوَّلَ وَجْهَهُ. وَدَخَلَ أَبُوْ بَكْرٍ فَانْتَهَرَنِي وَقَالَ: مِزْمَارَةُ الشَّيْطَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: دَعْهُماَ. فَلَمَّا غَفَلَ غَمَزْتُهُمَا فَخَرَجَتَا

“Rasulullah SAW masuk ke rumahku sementara di sisiku ada dua budak perempuan yg sedang berdendang dgn dendangan (perang) Bu’ats2. Beliau berbaring di atas pembaringan dan membalikkan wajahnya. Saat itu masuklah Abu Bakr. Ia pun menghardikku dgn berkata ‘Apakah seruling setan dibiarkan di sisi Nabi SAW?’ Rasulullah SAW menghadap ke arah Abu Bakr seraya berkata ‘Biarkan keduanya’. Ketika Rasulullah telah tertidur aku memberi isyarat kepada kedua agar menyudahi dendangan dan keluar. Kedua pun keluar.” (HR Bukhari)

Bahkan menurut al-Ghozaly menyanyi bisa bernilai ibadah bila berguna sebagai pengusir kepenatan, merangsang fitalitas fisik dan himmah (cita-cita) bergairah ibadah dan kegiatan positif lainnya

2. MAKRUH
Didukung mayoritas Syafiiyah sebagian Hanabilah dan Malikiyyah karena menurut mereka menyanyi sangat berpotensi dg nuansa basa-basi dan kesia-sian/allahwu

3. HARAM
Didukung Hanafiyyah sebagian hanabilah, Hasan albashry, Tsufyan As-saury, Abdullah Bin Mas'ud dll dg tendensi firman Allah
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan".(QS.31:6).

Mereka menterjemahkan kalimat "perkataan yang tidak berguna" dengan arti bernyanyi

ALAT MUSIK
Ada banyak kreteria jenis peralatan yg digunakan untuk bermain musik mulai dari musik yg di pukul, tiup, gesek dll yg bahasannya sangat panjang sekali, saya khawatir temen-temen sekalian bosen untuk membacanya... Hehe

(Hasyiyah Al-Bujayromy IV/374, Wuzarah al-auqaaf as-syu-uun al-islamiyyah IV/90)

=============

1.Bagaimana hukum bermain musik sholawat dengn diiringi alat musik yg diharamkan?
2.Apakah masih ada pahalanya bersholawat dengan iringan alat musik yang jelas jelas diharamkan?

JAWABAN
1.Hukum solawat yang didendangkan dengan diiringi alat musik yang diharamkan hilaf :
• Haram secara mutlak
• Musiknya haram sholawatnya tetap sunnah

Referensi
1. الجمل على المنهج الجزء الخامس ص: 380

( كغناء ) بكسر الغين والمد ( بلا آلة واستماعه ) فإنهما مكروهان لما فيهما من اللهو أما مع الآلة فمحرمان وتعبيرى بالاستماع هنا وفيما يأتى أولى من تعبيره بالسماع. قوله ( فإنهما مكروهان ) أي ولو من أجنبية أو أمراد إلا إن خاف فتنة أو نظرا محرما وإلا حرم وليس من الغناء ما اعتيد عند محاولة عمل وحمل ثقيل كحدو الأعراب لإبلهم وغناء النساء لتسكيت صغارهم فلا شك فى جوازه قال الغزالى الغناء إن قصد به ترويح القلب ليقوى على الطاعة فهو طاعة أو على المعصية فهو معصية أو لم يقصد به شيئ فهو لهو معفو عنه. إهـ ح ل ( قوله أما مع الآلة فهو محرما ) وهذا ما مشى عليه الشارح والذى مشى عليه م ر فى شرحه أن الغناء مكروه وعلى ما هو عليه والآلة محرمة وعبارته ومتى اقترن بالغناء آلة محرمة فالقياس كما قاله الزركشى تحريم الآلة فقط وبقاء الغناء على الكراهة إهـ.

2. إحياء علوم الدين الجزء الثانى ص : 279

فإن قلت فهل له حالة يحرم فيها. فأقول إنه يحرم بخمسة عوارض عارض فى المسمع وعارض فى آلة الإسماع وعارض فى نظم الصوت وعارض فى نفس المستمع أو فى مواظبته وعارض من كون الشخص من عوام الخلق لأن أركان السماع هى المسمع والمستمع وآلة الإسماع العارض الأول :أن يكون امرأة لا يحل النظر إليه وتخشى الفتنة من سماعها وفى معناها الصبى الأمراد - إلى أن قال - العارض الثانى :فى الآلة بأن تكون من شعار أهل الشرب أو المخنثين وهو المزامير والأوتار وطبل الكوبة فهذه ثلاثة أنواع ممنوعة وما عدا على ذلك يبقى على أصل الإباحة كالدف وإن كان فيه الجلاجل وكالطبل والشاهين والضرب بالقضيب وسائر الآلات.
" إذا اجتـمـع الـحـــــلال والـــحــــــرام غـــــــلب
 الـــــحــــرام "

2.Hilaf :
- Menurut Qoul Ashoh tidak dapat pahala
- Menurut Muqobilul Ashoh dapat pahala
الجمل على المنهج الجزء الخامس ص: 380
( قوله أما مع الآلة فهو محرمان ) وهذا ما مشى عليه الشارح والذى مشى عليه م ر فى شرحه أن الغناء مكروه وعلى ما هو عليه والآلة محرمة وعبارته ومتى اقترن بالغناء آلة محرمة فالقياس كما قاله الزركشى تحريم الآلة فقط وبقاء الغناء على الكراهة إهـ.

2. غاية الوصول ص: 31

(و) الأصح ( أنه ) اى فاعلها على القول بصحتها ( لا يثاب ) عليها عقوبة له عليها من جهة الغصب وقيل يثاب عليها من جهة الصلاة وإن عوقب من جهة الغصب فقد يعاقب بغير حرمان الثوب أو بحرمان بعض


المفتيعطية
 صقر .مايو 1997

المبادئالقرآن والسنة

السؤالما حكم الدين فيما نراه فى بعض حلقات الذكر من الضرب بالدفوف والمزامير وغيرها؟

الجوابنقل القرطبى عن أبى بكر الطرطوشى رحمهما اللّه تعالى أنه سئل عن قوم يجتمعون فى مكان يقرءون شيئا من القرآن ، ثم ينشد لهم منشد شيئا من الشعر فيرقصون ويطربون ويضربون بالدف والشبابة ، هل الحضور معهم حلال أم لا؟ فأجاب : مذهب الصوفية أن هذا بطالة وجهالة وضلالة إلى آخر كلامه ، قلت : وقد رأيت أنه أجاب بلفظ غير هذا، وهو أنه قال :مذهب الصوفية بطالة وجهالة وضلالة ، وما الإِسلام إلا كتاب اللّه وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم وأما الرقص والتواجد فأول من أحدثه أصحاب السامرى لما اتخذ لهم عجلا جسدا له خوار قاموا يرقصون حوله ويتواجدون ، فهو دين الكفار وعبَّاد العجل ، وإنما كان مجلس النبى صلى الله عليه وسلم مع أصحابه كأنما على رءوسهم الطير من الوقار. فينبغى للسلطان ونوابه أن يمنعوهم من الحضور فى المساجد وغيرها، ولا يحل لأحد يؤمن باللّه واليوم الآخر أن يحضر معهم ولا يعينهم على باطلهم .هذا مذهب مالك والشافعى وأبى حنيفة وأحمد وغيرهم من أئمة المسلمين . "حياة الحيوان الكبرى للدميرى- العجل "فتاوى الأزهر ج 10 ص 310

Dalam adat warga syam khususnya syiria dan Lebanon dan beberapa daerah syam lain nya sangat  memfantasikan adat-adat sufi yang menabuh gendrang dan menari-nari dengan dentunan alat music rebana sambil salah seorang diantara mereka bernyanyi lagu yang mengandung mahabbatulloh,dan sampai-sampai mereka tak sadarkan diri dan menjadi seperti orang-orang yang mabuk khomer tak sadarkan diri karena telah tenggelam dalam lautan dzikir dan mahabbah,tapi yang menjadi masalahnya disini adalah apakah hal yang seperti itu pernah diajarkan dan di contohkan oleh baginda nabi Muhammad sallallohu’alaihi wasallam…?

Jawaban :

Al Qurthubi telah menuqil dari Abu Bakar al Thurthusyi rha, beliau pernah ditanya mengenai kaum yang berkumpul dalam suatu tempat yang disitu mereka membaca sebagian ayat Qur’an kemudian mereka melantunkan syair lalu mereka menari dan memukul terbang. Apakah menghadiriperkumpulan mereka itu dihalalkan atau tidak? Beliau menjawab, “Menurut mazhab shufi bahwa perbuatan itu adalah suatu kebodohan dan kesesatan…….dst.” namun, aku berkata, “Aku telah melihat kalau beliau pernah menjawab permasalahan itu dengan perkataan selain itu. Yaitu beliau pernah berkata, “Menurut mazhab shufi bahwa perbuatan itu adalah suatu kebodohan dan kesesatan.


Tidaklah dalam Islam melainkan kitabullah dan sunnah Rasulullah saw. Adapun menari dan berkasih-kasihan, maka orang yang memulainya adalah teman-teman Samiri disaat dia telah berhasil membuat patung anak sapi bisa bersuara. Mereka berdiri, menari disekeliling anak sapi itu dan berkasih-kasihan, dan itu adalah perbuatan agama orang-orang kafir dan para penyembah anak sapi. Sedangkan majlis Nabi saw bersama para sahabat adalah seakan-akan diatas kepala mereka terdapat burung, karena ketenangan dan keantengan mereka. Sebaiknya, bagi para penguasa dan para wakilnya untuk melarang mereka dari mendatangi masjid-masjid dan lainnya, dan tidaklah halal bagi seorangpun yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menghadirinya dan tidak juga membantu kebatilan mereka.Demikian itu adalah mazhab Malik, syafi’I, Abu Hanifah, Ahmad dan dan para imam lainnya.
“Hayatul Hayawanan al Kubra lil Damiri – al ‘Ajal (anak sapi jantan).”

SEMOGA KITA DIBERI KETETAPAN ISLAM,IMAN,DAN IHSAN OLEH ALLOH DENGAN SELALU MENJALANI SEMUA PERINTAH NYA DENGAN IKHLAS DAN MENJAHUI SEMUA LARANGAN NYA,DENGAN SELALU MENGEDEPANKAN KEIKHTHIYAT AN(KEHATI-HATIAN KITA DALAM BERURUSAN DENGAN HUKUM-HUKUM AGAMA,,,,
ALLOHUMMAA AMIIN……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar